Tambang Emas Ilegal Marak di Pasaman : Puluhan alat Berat Rusak Hutan dan Lingkungan
Tambang Emas Ilegal Marak di Pasaman : Puluhan alat Berat Rusak Hutan dan Lingkungan
Pasaman,Jurnalisme info.-
Aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, semakin meresahkan. Puluhan alat berat jenis ekskavator tampak leluasa mengobrak-abrik tanah di kawasan yang sebagian termasuk hutan lindung.
Seorang pecinta lingkungan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada tim media bahwa praktik ini sudah berlangsung selama berbulan-bulan.
"Puluhan ekskavator itu bekerja siang dan malam, bahkan ada yang beroperasi di kawasan hutan lindung. Ini jelas pelanggaran berat terhadap hukum dan lingkungan,” ujarnya, Jumat (1/07) di Dua Koto.
Hasil investigasi dan pantauan lapangan menunjukkan bahwa aktivitas tambang tersebar di lima titik utama, yakni Lanai, Muara Tambangan, Sigalabur, Batang Kundur, dan Sinuangon. Dari kelima titik itu, lokasi Lanai dan Garabak Laweh disebut sebagai pusat utama operasi alat berat.
Ironisnya, meski sudah berlangsung lama, belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah. Warga menduga ada pihak-pihak yang “membekingi” aktivitas tambang ilegal tersebut.
Kalau tidak ada yang melindungi, mustahil alat berat sebanyak itu bisa bebas beroperasi,” tambah sumber tersebut.
Warga sekitar mulai mengeluhkan dampak dari tambang ilegal ini, mulai dari rusaknya jalan desa, pencemaran air sungai, hingga hilangnya mata pencaharian sebagian petani dan nelayan kecil.
Aktivis lingkungan dan beberapa LSM mendesak agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan. Jika tidak segera dihentikan, kerusakan lingkungan yang terjadi bisa menjadi bencana jangka panjang bagi masyarakat Pasaman.
(Anjasri)

Komentar
Posting Komentar